Friday, 28 October 2016

Pemasaran dan Promosi - Perpustakaan

Didalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia usaha kata pemasaran, promosi, iklan, hubungan masyarakat , dan publikasi sering diartikan secara tidak jelas. bahkan tidak jarang dicampuradukan penggunanya. hal ini terjadi karena istilah-istilah itu saling berkaitan, sehingga orang acap kali menggunakanya secara berganti-ganti, dan akhirnya terjadi kesalahan dalam penggunaan istilah itu.
Namun, kalau mau diteliti dan dikaji secara mendalam dan dikembalikan kepada pengertian awalnya, maka istilah-istilah diatas mempunyai pengertian yang sedikit agak berbeda satu sama lain.
Inilah beberapa istilah pokok dalam pemasaran dan promosi yang mempunyai batasan masing-masing :

1. Pemasaran : kegiatan analisis perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program-program yang telah dirancang secara cermat, yang dibuat untuk menciptakan tukar-menukar sesuatu secara sukarela untuk mencapai sasaran sesuai dengan tujuan organisasi.

2. Promosi : setiap kegiatan komunikasi yang bertujuan memperkenalkan produk pelayanan atau ide dengan saluran distribusi. Promosi adalah usaha yang dilakukan oleh penjual untuk membujuk pembeli agar menerima atau menjual lagi atau menyarankan kepada orang lain untuk memakai produk, pelayanan atau ide yang dipromosikan.

3. Iklan : segala bentuk penyajian dan promosi secara nonpribadi dari ide barang dan pelayanan yang dibayar oleh sponsor tertentu. melalui iklan, penjual menyampaikan berita kepada konsumen melalui media surat kabar, majalah, surat langsung atau melalui media lainya.

4. Publikasi : berita atau informasi tentang produk pelayanan atau ide yang dikeluarkan atas nama sponsor, tetapi untuk itu tidak dibayar oleh sponsor. publikasi biasanya cuma-cuma, karena itu perlu membayar runag atau waktu yang digunakan untuk menyampaikan berita.

5. Hubungan masyarakat : menurut stibitz adalah istilah yang luas, yang mencakup bnyak aspek dari hubungan organisasi dan konsumenya .
sasaran hubungan masyarakat adalah menciptakan dan mempertahankan pengertian timbal balik antara unit organisasi dan publik.

Uraian diatas banyak menggunakan istilah pemasaran dan promosi secara bergantian sesuai konteks pembahasan. meskipun demikian uraian tentang promosi akan ditekankan dalam hal-hal tertentu diuraikan pula aspek lain dari pemasaran. ini dimaksudkan karena aspek ini dianggap juga akan mempengaruhi efektivitas promosi itu sendiri. misalnya masalah dana, lingkungan, sumberdaya manusia, komunikasi dan sebagainya

Wednesday, 12 October 2016

Perpustakaan Peguruan Tinggi

Perpustakaan Perguruan Tinggi ialah perpustakaan yang terdapat pada peguruan tinggi, badan bawahanya maupun lembaga yang berafiliasi dengan peguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu peguruan tinggi mencapai tujuanya.
Tujuan peguruan tinggi di indonesia dikenal dengan nama Tri Dharma peguruan tinggi ( pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) maka perpustakaan peguruan tinggi pun bertujuan membantu melaksanakan ketiga dharma perguruan tinggi, yang termasuk perpustakaan peguruan tinggi ialah :
Perpustakaan jurusan, bagian, departemen (bukan departemen seperti kementrian), fakultas, universitas, institut, sekolah tinggi,politehnik, akademi maupun perpustakaan program nongelar.

Pada perpustakaan peguruan tinggi terdapat ciri khas ialah adanya hubungan segitiga antara pustakawaan, mahasiswa, dan pengajar.


Tujuan perpustakaan peguruan tinggi secara umum :
1. memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi, lazimnya staf pengajar dan mahasiswa
2. menyediakan materi perpustakaan rujukan (referensi) pada semua tingkat akademis, artinya memulai dari mahasiswa tahun pertama hingga program pascasarjana dan pengajar
3. menyediakan ruangan belajar untuk pemakai perpustakaan
4. menyediakan jasa pinjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakai
5. menyediakan jasa informasi aktif yang tidak saaja terbatas pada lingkungan perguruan tinggi tetapi juga lembaga industri lokal.

Untuk Anggaran, dalam berbagai pedoman dan standar disebutkan bahwa anggaran perpustakaaan peguruan tinggi sedikit-dikitnya 5% dari anggaran universitas tidak termasuk gaji pegawai, pemeliharaan dan pembangunan gedung perpustakaan. hal serupa sama dengan ketentuan perpustakaan sekolah yang mensyaratkan sedikit-dikitnya 5% dari anggaransekolah.

selamat membaca, terima kasih.

Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan formal di lingkungan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan.
menurut jenisnya perpustakaan sekolah mencakup perpustakaan sebagai berikut :
1. sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI)
2. sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs)
3. sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MAN), sekoah menengah kejuruan (SMK) dan madrasah aliyah kejuruan (MAK)


perpustakaan sekolah memiliki tujuan, yaitu :
1. membantu dan memperkuat tujuan pendidikan sesuai dengan misi dan kurikulum disekolah tersebut
2. mengembangkan dan memperkuat kebiasaan dan kegemaran membaca dan belajar pada murid
3. memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam menciptakan dan menggunakan informasi untuk pengetahuan, pemahaman, imajinasi, dan keceriaan
4. membantu murid dalam pembelajaran dan ketrampilan menilai serta menggunakan informasidengan tidak memandang bentuk, format, atau media, termasuk kepekaan pada modus komunikasi dengan komunitas
5. menyediakan akses kesumber informasi lokal, regional, nasional, dan globalserta kesempatan yang mengekpos murid padaa gagasan, pengalaman dan opini yang beraneka ragam
6. mengorganisasi aktifitas yang mendorong kesadaaran kepekaan kultural dan sosial
7. bekerja sama dengan murid, guru, pimpinan sekolah serta orang tua untuk mencapai misi sekolah
8. memaklumat konsep bahwa kebebasan intelektual dan akses keinformasi merupakan hal penting bagi terbentuknya warga negara yang bertanggung jawab.


untuk anggaran perpustakaan sekolah sedikit-sedikitnya 5% dari anggaran sekolah, tidak termasuk gaji pegawai dan guru, pemeliharaan dan pembangunan gedung. perpustakaan sekolah memiliki koleksi materi perpustakaan tercetak, multimedia dan digital, sekurang-kurangnya 1500 judul meliputi 60% koleksi nonfiksi sebagai pengayaan ajaran yang terkait dengan kurikulum, serta 40% fiksi yang relevan dan muktahir untuk menjaga keseimbangan koleksi bagi semua kemampuan dan latar belakang murid. bilamana angka 1500 judul tidak dimungkinkan maka dipakai rasio 1 murid 10 judul.

itulah sedikit ilmu yang saya tau tentang perpustakaan, mudah-mudahan dengan membaca kita semua menjadi tau dan tentunya mendapatkan ilmu yang belum pernah kita pelajari, amin

Tuesday, 11 October 2016

Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus adalah koleksi fisik informasi, pengetahuan dan/atau opini yang terbatas pada satu subjek atau sekelompok subjek yang berkaitan atau pada sebuah format tunggal produk informasi atau sekelompok format yang berhubungan.
dikelola dibawah payung sebuah lembaga yang menyediakan dana untuk kelanjutan hidup perpustakaan, dikelola oleh seorang pustakawan atau spesialis dalam sebuah subjek atau lebih, serta membawa misi memperoleh, mengorganisasi dan menyediakan akses ke informasi dan pengetahuan guna menunjang tujuan badan induk yang membawahi perpustakaan.
secara umum, perpustakaan khusus merupakan sebuah perpustakaan yang tidak termasuk kelompok perpustakaan peguruan tinggi, sekolah, nasional maupun umum.


Ada beberapa kategori perpustakaan khusus, yaitu :
1. Perpustakaan museum dan seni
2. perpustakaan departemen pemerintah, lembaga negara dan lembaga tinggi negara
3. perpustakaan hukum, termasuk perpustakaan pada kantor pengacara
4. perpustakaan badan industri dan komersial
5. perpustakaan lembaga penelitian, ilmiah dan profesi
6. perpustakaan media
7. perpustakaan kedokteran
8. perpustakaan musik
9. perpustakaan keagamaan
10. perpustakaan lembaga nirlaba dan relawan

Adapun ciri-ciri perpustakaan khusus sebagai berikut :
1. memiliki buku yang terbatas pada satu atau beberapa disiplin ilmu saja
2. memiliki keanggotaan yang terbatas pada sejumlah anggota yang ditentukan oleh perpustakaan tersebut
3. peran utama pustakawan, ialah melakukan penelitian kepustakaan untuk anggota
4. tekanan koleksi bukan pada buku (dalam arti sempit), melaikan pada majalah, pamflet, paten, laporan penelitian, abstrak dan indeks.
5. jasa yang diberikan lebih mengarah kepada minat anggota perorangan


Dengan demikian, perpustakaan khusus diharapkan mampu menghemat biaya.
Penelitian menunjukan bahwa perpustakaan khusus mampu menghemat biaya operasional dengan cara mengurangi waktu karyawan untuk mencari informasi yang diperlukan, hal tersebut dilakukan oleh pustakawan khusus.

Perpustakaan Umum


Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan yang didirikan dan biayai oleh pemerintah daerah atau dalam kasus tertentu oleh pemerintah pusat atau badan lain yang diberi wewenang untuk bertindak atau bertindak atas nama badan, tersedia bagi masyarakat bagi siapa yang ingin menggunakanya tanpa bias atau diskriminasi (IFLA 1986).
Perpustakaan Umum ialah perpustakaan yang melayani penduduk secara gratis atau dengan pungutan bayaran yang minimal.

Ciri - ciri perpustakaan umum adalah :
1. Terbuka untuk umum, artinya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, agama, kepercayaan, ras, usia, pandangan politik dan pekerjaan.
2. Dibiayai oleh dana umum.
dana umum iyalah, dana yang berasal dari masyarakat, dikumpulkan melalui pajak, dikelola oleh pemerintah.
3. Jasa yang digunakan secara hakikatnya bersifat cuma-cuma.
jasa yang diberikan mencakup jasa refeal, artinya jasa memberikan informasi, peminjaman, konsultasi studi.sedangkan keanggotaan bersifat cuma-cuma artinya tidak perlu membayar.

Perpustakaan umum penting bagi kehidupan kultural dan kecerdasan bangsa karena perpustakaan umum merupakan salah satunya pranata kepustakawanan yang dapat diaih umum.

Misi Pepustakaan Umum sebagai berikut :
1. Menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca dikalangan anak-anak sejak usia dini.
2. Membantu individual dan pendidikan swastindak serta pendidikan formal pada semua tinggkat.
3. Menyediakan kesempatan bagi pengembangan kreasi pribadi.
4. Merangsang imajinasi dan kreatifitas anak-anak dan kawula muda.
5. Mempromosikan kesadaran akan warisan budaya, apresiasi seni, keberhasilan ilmiah, dan inovasi.
6. Menyediakan akses untuk kultural dari semua seni pertunjukan.
7. Membina dialog antar budaya dan menghormati keanekaragaman budaya.
8. Menunjang tradisi lisan.
9. Menjamin akses bagi warga negara pada semua informasi komunitas.
10. Menyediakan jasa informasi yang cukup bagi perusahaan lokal, asosiasi dan kelompok yang berkepentingan.
11. Memfasilitaskan pengembangan informasi dan ketrampilan melek komputer.
12. Membantu dan ikut serta dalam aktivitas dan program literasi bagi semua kelompok umur dan memulai aktivitas tersebut bila mana perlu.


Kelompok Perpustakaan Umum
1. Perpustakaan umum kota (dahulu dikenal sebagai kotamadya) merupakaan perpustakaan umum yang dikelola oleh kota.
2.Perpustakaan umum kabupaten merupakan perpustakaan yang dikelola oleh kabupaten.
3. Perpustakaan umum kecamatan merupakan perpustakaan yang terdapat di kecamatan.
4. Perpustakaan umum desa atau lazim disebut dikelola oleh swadaya masyarakat desa yang terdapat didesa.
5. Perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan media khusus, misalnya perpustakaan untuk tunanetra.
6. Perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan bacaan khusus karena faktor usia, misalnya perpustakaan anak (antara usia 12 tahun).
7. Perpustakaan keliling yaitu bagian perpustakaan umum yang mendatangi pemakai dengan menggunakan kendaraan (darat maupun air).
8. Perpustakaan komunitas (community library), didirikan oleh komunitas atau lembaga swadaya masyarakat untuk melayani komunitas tertentu dengan menyediakan materi perpustakaan umum.

Letak/Tempat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia


sumber google

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terletak di Jl. Salemba Raya No.28 A, Senen, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Didirikan pada tahun 1980 dan koleksi utamanya dari perpustakaan Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschap.
Perpustakaan  Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschap sendiri didirikan pada tahun 1778.


Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini terdapat beberapa bagian gedung yaitu A, B, C, D dan E.
tiap - tiap bagian gedung mempunyai bagian dan fungsi masing-masing.


Bagi kawan - kawan yang belum pernah berkunjung ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia silahkan berkunjung. banyak manfaat dan ilmu yang bisa diambil.

Perpustakaan Nasional

sumber google

Perpustakaan Nasional adalah perpustakaan yang bertanggung jawab atas akusisi dan pelestarian copy semua terbitan yang signifikat yang diterbitkan di sebuah negara dan fungsinya sebagai perpustakaan deposit.
baik berdasarkan undang - undang maupun kesepakatan lain, dengan tidak memandang nama perpustakaan itu sendiri.

Perpustakaan Nasional juga umumnya menjalakan fungsinya, yaitu :
- Seperti menyusun bibliografi nasional
- Menyimpan dan memuktahirkan koleksi asing yang besar dan refresentatif termasuk buku yang mengenai    negara yang bersangkutan
- Bertindak sebagai pusat Blibliografi nasional
- Menyusun katalog induk
- Menerbitkan bibliografi nasional retrospektif
Adapun kategori perpustakaan nasional, adalah yang disebutkan diatas kalau difinisinya tidak sama dengan yang ditulis diatas maka tidak bisa disebut dengan kategori perpustakan nasional.


UNESCO membakukan fungsi perpustakaan nasional dalam 3 kategori yaitu :
- Fungsi utama
- Fungsi yang diinginkan
- Fungsi yang mungkin dilaksanakan

Fungsi utama atau pokok dari Perpustakaan Nasional iyalah sebagai berikut:
a. Mengumpulkan dan melestarikan literatur nasional dengan sasaran selengkap mungkin.
dengan kata lain fungsi pertama Perpustakaan nasional ialah menyimpan semua materi perpustakaan yang tercetak maupun terekam yang diterbitkan disuatu negara.
b.  Menerbitkan bibliografi nasional.
bibliografi ini merupakan tindak lanjut dari fungsi pertama tadi, yaitu mengumpulkan dan melestarikan terbitan sebuah negara.
c. Melaksanakan jasa pinjam antar perpustakaan.
menjadii koordinator pinjam antar perpustakaan artinya peminjaman antar dua perpustakaan atau lebih.
d. Bertindak sebagai jasa informasi bibliografis nasional.
disini perpustakaan nasional bertugas menjawab pertanyaan - pertanyaan menyangkut informasi bibliografis, misalnya seorang pemakai dapat menghubungi perpustakaan nasional kemudian menanyakan data bibliografis karya tertentu.
e. Menerbitkan atau menunjang penerbitan bibliografi khusus, perpustakaan nasional membantu penerbitan bibliografi khusus.

Fungsi yang diinginkan (desirable function) dari perpustakaan nasional ialah sebagai berikut :
a. Bertindak sebagai pusat penelitian dan pengembangan dalam pekerjaan perpustakaan dan informasi.
b. Menyediakan pendidikan dan pelatihan dalam pekerjaan perpustakaan dan informasi.
c. Bertindak sebagi pusat perencanaan bagi perpustakaan sebuah negara.


Fungsi yang dimungkinkan ialah sebagai berikut :
a. Bertindak sebagai pusat penukaran materi perpustakaan antara perpustakaan.
b. Menyediakan jasa perpustakaan khusus untuk lembaga pemerintahan.
c. bertindak sebagai museum buku.

Dan untuk indonesia, yang menjadi perpustakaan nasional adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (baca juga Letak/Tempat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Jenis - Jenis Perpustakaan


jenis-jenis perpustakaan
Pembagian jenis Perpustakaan tergantung pada pendekatan yang dipilih.
di Indonesia berdasarkan ketentuan perundang - undangan, ada 5 jenis perpustakaan yang dikenal yaitu :

1. Perpustakaan Nasional
2. Perpustakaan Umum
3. Perpustakaan Khusus
4. Perpustakaan Sekolah
5. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Dari pembagian Perpustakaan diatas tidaklah mutlak, ada penulis yang membaginya, misalnya :
meniadakaan perpustakaan swasta (pribadi) dan Perpustakaan Internasioanl
dan ada pula yang melihat dari fungsinya sehingga hasilnya berbeda, seperti pada bagian klasifikasi dewey terdapat hampir 12 Perpustakaan.

Disamping perpustakaan, tumbuhlah berbagai jenis badan yang juga bergerak dalam bidang informasi  yaitu :
- Dokumentasi
- Arsip
- Clearing House
- Pusat Refeal
- Pusat Analisis Innformasi
- Pusat Informasi
- dan Bank Data

Itulah beberapa sedikit pengetahuan tentang jenis - jenis perpustakaan di indonesia, semoga bermanfaat buat pembaca khususnya pustakawan Indonesia.
terima kasih

Saturday, 17 September 2016

MENGENAL AACR2 (PERPUSTAKAAN)

 
(AACR2-1988) Permatajaya


Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 dikenal dengan sebutan AACR2 yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa diguanakan untuk semua jenis bahan pustaka.
AACR2 merupakan perangkat peraturan yang flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang bersifat alternatif dan pilihan.

Tahap-tahap dalam pengatalogan dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mencatat dulu data bibliografi bahan pustaka, dan yang kedua menentukan titik akses yang meliputi penentuan tajuk entri utama, tajuk enti tambahan dan bentuk tajuknya.
Demikian halnya struktur peraturan dalam AACR2 dibagi atas 2 bagian (part). bagian pertama (part 1 ) peraturan aturan untuk membuat dekripsi bibliografi (description), dan bagian kedua (part II) peraturan untuk menentukan titik akses (Heading, Unifrom Title, and Reference),

Beberapa ketentuan umum yang dijelaskan dalam AACR2 yaitu :
1. sumber informasi
2. tanda baca
3. bahasa deskripsi
4. tingkatan deskripsi
5. pola deskripsi
6. singkatan
7. huruf besar
8. ketidak akuratan kata-kata

Friday, 16 September 2016

SEJARAH SINGKAT PENGATALOGAN

Contoh Katalog Perpustakaan


Peraturan pengatalogan sudah sejak lama dibuat. pada awalnya disusun oleh pustakawan perorangan, yaitu Antonio Panizzi dari British meseum menyusun rules for compiling of the catalogue (1841) dan Charles Ammi Cutter dari Amerika menyusun rules for a dictionary catalogue (1903).

Mulai abad ke XX, peraturan pengatalogan selalu dibuat oleh sebuah komisi atau panitia khusus, yaitu Library of congress menerbitkan rules of printed card (1903 hingga 1930-an) dan rules for decriptive cataloguing (1949).
American Library association mengeluarkan rules (1908, 1941, 1949). American Library association bekerjasama dengan Library association (inggris) membentuk "Catalog Code Revision Committee" 
sebagai usaha bersama menyusun peraturan katalog.
Pada 1967 terbit sebuah pedoman yang berjudul Anglo-American Cataloguing Rules yang dikenal dengan sebutan AACR1. Sebagai tidak lanjut kearah penyeragaman peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 (AACR2) yang merupakan revisi dari AACR1 sebagai hasil kerjasama antara American Library Association, Library Association (inggris), Library of Congress, dan Canadian Library Association.


Terima Kasih, Itulah Sejarah Singkat Pengatalogan yang saya Tau.
Salam Pustakawan Se-Indonesia

MENGENAL BAGIAN-BAGIAN BUKU (PERPUSTAKAAN)

Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan merekam data bibliografi, seperti mengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya.
untuk mengetahui data bibliografi tersebut, diperlukan keterangan fisik dari bahan pustaka yang akan dikatalog dan untuk pengatalogan perlu mengenali bagian-bagian buku.

sumber informasi dalam pengatalogan adalah ciri-ciri fisik buku yang diolah. bagian-bagian buku tidak selalu sama antara buku satu dengan buku yang lainya. tetapi pada dasarnya berkisaar pada unsur-unsur berikut :

1. kulit buku
2. punggung buku
3. halaman kosong
4. halaman judul singkat (half title)
5. judul seri
6. halaman judul
7. halaman balik judul (verso-recto)
8. halaman persembahan (dedication)
9.kata pengantar
10. daftar isi
11. pendahuluan
12. naskah (teks)
13. indeks
14. bibliografi
15. glossary
16. kolofon
17. nomor halaman biasanya terdiri dari angka romawi kecil dan angka arab

Monday, 20 June 2016

KEBIJAKAN DALAM PENGATALOGAN


Keberhasilan temu kembali bahan pustaka dan kualitas rekaman bibliografi tidak hanya dipengaruhi oleh standar-standar yang digunakan dalam pengolahan bahan pustaka.
Ada factor-faktor lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu :
  1. Pencatatan keputusan-keputusan tata kerja, serta pemeliharaan jajaran dan catatan-catatan Itu supaya selalu sesuai dengan keadaan kini. 
  2.  Pengaturan tata kerja yang memudahkan tiap tahap pengolahan bahan pustaka.
  3.  Pemeliharaan dan penyutingan sistem katalog secara terus-menerus.
 Terdapat beberapa kabijakan yang mungkin terjadi dibeberapa perpustakaan yaitu :
perpustakaan.go.id
contoh tampilan entri analitik
  1. Pengatalogan analitik (analiticl cataloging). Tujuan pengatalogan analitik adalah untuk mengeluarkan bagian-bagian pustaka yang akan tersembunyi dalam entri yang dibuat untuk bahan pustaka itu secara keseluruhan.
  2. pengatalogan terbatas. Istilah pengatalogan terbatass (limited cataloging) digunakan untuk pengurangan yang diterapkan pada proses pengatalogan.
  3.  pengatalogan sentral. Istilah pengatalogan sentral (centralized cataloging) digunakan untuk pengatalogan yang dikerjakan oleh suatu badan diluar perpustakaan. Tujuannya untuk menghindari duplikasi pengatalogan untuk bahan pustaka yang sama.

KATALOG PERPUSTAKAAN


Katalog perpustakaan merupakan sarana temu kembali informasi kegiatan pengindeksan. Setiap entri katalog memuat cantuman bibliografi sebagai sajian ringkas bahan pustaka diperpustakaan. Selain cantuman bibliografi, pada entri katalog juga terdapat nomor panggil yaitu kode unik, diberikan pada setiap bahan pustaka yang menunjukan tempat/lokasi bahan pustaka itu dalam susunan koleksi.
Tujuan katalog yaitu :
  • Untuk memungkinkan pengguna menemukan bahan pustaka, jika yang diketahui dari bahan pustaka itu adalah :
1.      Nama pengarang
2.      Judul
3.      Subjek
  • Untuk menunjukan karya-karya yang dimiliki perpustakaan :
1.      Oleh pengarang tertentu
2.      Mengenai subjek tertentu
3.      Dalam jenis (atau bentuk) literature tertentu
  • Untuk membantu dalam pemilihan buku dari segi :
1.      Edisinya
2.      Karakternya
Satu perangkat katalog atau satu sistem katalog tersebut memberikan baik pendekatan pengarang, pendekatan judul, maupun pendekatan subjek.
Ada 2 macam sistem katalog, yaitu :
1.   Sistem katalog berkelas, terdiri dari 3 susunan katalog :
a.    Katalog berkelas, yaitu katalog subjek yang entri katalognya disusun menurut nomor kelas (notasi) berdasarkan suatu skema klasifikasi.
b.      Katalog pengarang – judul yang entri katalognya disusun berdasarkan abjad nama pengarang dan abjad judul dalam satu urutan.
c.       Indeks subjek, terdiri dari kata-kata yang disusun menurut abjad dan mengacu kenomor kelas yang terdapat dalam katalog berkelas
2.   Sistem katalog berabjad. Ada 2 macam, yaitu :
a.       Katalog berabjad terpadu (dictionary catalog) menampilkan entri-entri katalog, masing-masing untuk pengarang, judul, dan subjek, yang disusun dalam satu urutan berabjad.
b.      Katalog terbagi (divided catalog), ada 2 macam pilihan yaitu :
1.      Katalog terbagi dua, terdiri dari 2 susunan katalog
2.      Katalog terbagi tiga, atau katalog tiga dimensi, terdiri dari tiga susunan katalog
perpustakaan.go.id
contoh katalog perpustakaan

Ada beberapa macam bentuk katalog, yaitu :
1.     Katalog kartu (card catalog) yang menggunakan kartu berukuran 12.5 x 7.5 cm. yang disusun dalam laci-laci katalog. Katalog kartu ini bersifat lentur karena entri-entri katalog untuk bahan pustaka baru dapat disisipkan tanpa mengubah susunan yang semula.
2.      Katalog berkas (sheaf catalog) yang juga letur sifatnya.
3.      Katalog buku (book catalog), setiap halaman pada katalog buku ini memuat sejumlah entri katalog.
4.      Katalog dalam computer yaitu OPAC, singkatan dari on-line public access catalog. Katalog ini jelas lentur dapat didekati dari berbagai segi.

Selain catalog, sarana temu kembali yang dapat digunakan adalah susunan buku rak. Penempatan buku dirak bisa dilakukan dengan cara penempatan relative untuk buku yang disusun bersarkan subjek, dan penempatan tetap dimana buku ditempatkan pad ark yang sudah diberi tanda terlebih dahulu.  

perpustakaan.go.id
contoh penempatan buku dirak

ORGANISASI INFORMASI PERPUSTAKAAN


Yang dimaksud dengan informasi adalah informasi rekam yaitu pengetahuan yang dikomunikasikan melalui berbagai media rekam. Jika dilihat dari bentuk penyajiannya, informasi rekam dapat dituangkan dalam berbagai bentuk media, yaitu :
  • ·         Media cetak biasa, seperti buku, majalah, brosur.
  • ·         Media cetak mikro, seperti microfilm dan mikrofis.
  • ·         Media pandang dengar, seperti film, pita rekam, slide, dsb.
Dengan berlimpahnya informasi maka semakin sulit untuk memperoleh informasi yang tepat dari sejumlah bahan pustaka tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya pengaturan atau organisasi supaya informasi rekam yang ada dapat ditemukan kembali secara tepat bila ada yang memerlukannya.
Di perpustakaan, organisasi informasi berkisar pada berbagai kegiatan yang bertujuan supaya setiap bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan dapat :
  • ·         Diketahui tempat fisiknya melalui nomor panggil.
  • ·         Dikenali melalui sajian ringkas dari bahan pustaka yang disebut dengan cantuman bibliografi.
Dengan organisasi informasi, perpustakaan membangun sistem informasi untuk menunjang temu kembali informasi dari koleksi bahan pustaka. Untuk itu perpustkaan dapat dipertimbangkan untuk dikatakan sebagai sistem informasi dalam konsep yang mendasar. Kerangka dasar sistem informasi membarikan garis besar yang sederhana, serta menunjukan bagian-bagian utama yang sama pada semua lembaga simpan dan temu kembali informasi, seperti Perpustakaan, Kearsipan,  Pusat dokumentasi dan informasi, tanpa memperhatikan tinkat mekanisasi maupun jenis informasi yang dikelola lembaga-lembaga tersebut.
perpustakaan.go.id
diagram sistem informasi
Dalam sistem informasi terdapat 4 komponen yaitu :
  1.     Bahan pustaka
  2.     Susunan koleksi
  3.    Katalog
  4.      Pengguna
Disamping empat komponen diatas terdapat 2 proses yang terjadi yaitu :
  1.    Pengindeksan yang merupakan kegiatan pokok dalam pengaturan bahan pustaka yang ada. 
  2.   Temu kembali yang dilakukan oleh pengguna untuk menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan.