Friday, 28 October 2016

CARA MEMBUAT DRIPPER DARI BARANG BEKAS UNTUK TANAMAN HIDROPONIK

Gambar 1


 
Apakah Dripper itu?
Dripper adalah salah satu alat sederhana untuk mengatur titik air yang digunakan dalam sistem penanaman tanaman dengan cara hidroponik, dalam penanaman hidroponik dikenal beberapa macam tekhnik pengaturan pegairan salah satunya dengan menggunakan sistem Dripp Irigation System (DIS), dalam sistem ini Dripper berperan penting dalam mengatur distribusi nutrien dan air kedalam media tanaman.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam penanaman tanaman secara hidroponik mempunyai kelemahan yaitu penyiraman tanaman harus dilakukan secara rutin karena apabila tidak maka akan mengakibatkan tanaman tumbuh tidak sempurna bahkan layu dan mati karena kekurangan air/nutrisi. Dalam hal ini penggunaan Dripper sangat membantu dalam proses penyiraman dan pemupukan atau pemberian nutrien pada tanaman.

Keuntungan menanam tanaman dengan cara hidroponik menggunakan Dripp Irigation system yaitu antara lain,
intensivikasi tanaman,
kita dapat memaksimalkan kualitas tanaman semisal kita menginginkan tanaman pangan organik yang sehat tanpa banyak mengandung pestisida yang dapat membahayakan kesehatan,

menghemat pemakaian pupuk,
dengan menggunakan Dripper nutrien yang di aplikasikan kedalam media tanaman hidroponik dapat diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan masing-masing tanaman, hal ini dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia yang kita ketahui harganya relatif mahal, sebagai contoh penggunaan pupuk urea pada 10 liter air dengan menggunakan sistem Dripper ini hanya butuh  satu sendok teh saja.

Tidak membutuhkan lahan yang luas,
Dengan penanaman system Dripp Irigation sistem ini kita dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk berbagai jenis tanaman pangan, misalnya tanaman terong, tomat, cabai, sawi, kangkung darat, dan lain-lain. Dripp Irigation System juga dapat diaplikasikan pada sistem penanaman bertingkat atau vertikultur.

Menghemat waktu,
Pemakaian Dripper sangat efektif bagi para petani atau rekan-rekan yang mempunyai kesibukan atau orang-orang yang menjadikan bertani sebagai hobi, dipekarangan rumah misalnya, karena dengan menggunakan Dripp Irigation System ini kita tidak perlu repot untuk menyirami tanaman tiap hari, kita hanya perlu mengontrol air dan nutrien di  wadah penampungan pada waktu-waktu tertentu saja misalnya ketika akan memupuk tanaman, atau jika air dalam wadah penampungan telah habis. Jika wadah penampungan air dan jumlah tanaman tidak terlau banyak (misalnya untuk penanaman tanaman di pekarangan) maka kita hanya perlu menambahkan air dan mengatur titik air pada Dripper tiap 3-6 hari sekali, hal ini tentu sangat menghemat waktu.

Membuat Dripper dari Barang Bekas
Dewasa ini banyak sekali kita temukan sampah-sampah plastik yang berserakan disana-sini, selain kotor dan mengganggu pemandangan keberadaan sampah-sampah plastik ini tentunya merusak lingkungan dan berbahaya bagi tanah dan air karena dapat mencemari lingkungan, yang kita ketahui bahwa sampah-sampah plastik ini mengandung zat-zat yang berbahaya dan tidak dapat terurai dalam jangka waktu yang sangat lama. Sampah-sampah plastik itu misalnya; sampah bekas minuman kemasan, sedotan plastik, pembungkus makanan plastik, yang juga tidak kalah banyaknya adalah sampah bekas Pulpen plastik yang banyak ditemukan dilingkungan sekolah.

Banyak Dripper yang dapat kita jumpai dipasaran dengan jenis dan harga yang bervariasi. Namun dalam pembahasan kali ini saya akan mengajak para followers untuk mengasah kreativitas yaitu dengan membuat Dripper dari barang bekas, selain mengasah kreativitas dengan memanfaatkan barang bekas maka kita telah berupaya untuk mengurangi pencemaran sebagai langkah nyata save the word dan pastinya akan lebih murah dibanding kita membeli Dripper yang dijual konvensional karena bahan-bahan yang dipergunakan dapat kita jumpai dilingkungan sekitar kita. 

Cara membuat Dripper dari barang bekas

Alat dan bahan
Alatalat dan bahan yang akan kita gunakan tidaklah sulit, dapat kita jumpai dilingkungan sekitar kita yaitu:

Bahan-bahan
- pulpen plastik bekas (misal pulpen merek Standar AE7)
- sedotan air minum plastik bekas 0.5-1 ml
- selang plastik 2 ml atau ukuran selang infus (jika tidak ada bisa diganti dengan pentil/selang karet kecil)
- botol bekas air mineral minimal 600 ml (jika aplikasi Dripper per media/tidak menggunakan wadah  
  penampungan
- stik dari kayu atau dari bambu dengan diameter sama dengan diameter lubang pulpen yang akan kita gunakan
- karet ban bekas
- selang plastik 5 ml
- lem plastik

Alat yang digunakan
- pisau cutter
- gunting


Langkah-langkah membuat Dripper
Siapkan pulpen plastik yang sudah tidak terpakai, keluarkan selang wadah tintanya, pada jarak 2,5 cm pada bagian pangkal (bagian yang lebih besar dan tumpul) kita lubangi dengan diameter 2-3 ml lakukan pelubangan dengan hati-hati dengan menggunakan cutter hingga tembus sehingga kita dapatkan dua bagian sisi lubang tembus dengan diameter yang sama.

Gambar 1.1


Gambar 1.2
















Kemudian dari ujung  pulpen (bagian yang runcing) kira-kira 2 cm kita potong, potongan ini kita tempelkan pada salah satu lubang tembus yang kita lubangi dengan menggunakan cutteer tadi, rekatkan dengan lem.
Dari potongan ujung pulpen tadi kita potong lagi 1 cm dan kita tempelkan pada bagian lubang tembus sisi yang lain yang kita buat tadi kemudian rekatkan dengan lem. Pada langkah ini Dreipper seudah mulai terbentuk (menyerupai tanda palang merah). 

Gambar 1.3
















Siapkan stik dari kayu atau bambu, masukkan kebagian bawah pulpen hingga kebatas lubang tembus bagian bawah, rekatkan dengan lem. Stik ini sebaiknya dibuat agak panjang sebagai penyangga Dripper yang akan menancap pada media tanam. 

Gambar 1.4

















Dari sisi palang (lubang pada bagian palang yang kita rekatkan tadi) masukkan selang dimana ujung selang tadi kita sisipkan sedotan bekas dengan panjang 3-5 cm gunakan lem agar lebih kuat. Dalam hal ini bagian ujung pulpen yang kita rekatkan tadi bertindak sebagai input dan bagian plang yang lain bertindak sebagai output.

Gambar 1.5
















Lepaskan bagian pangkal pulpen kemudian masukkan stik, atur panjangnya sedemikian rupa sehingga ketika kita memutar kekanan/in maka selang Dripper yang kita masukkan kedalam palang tadi tertutup hingga udara tidak dapat melewati selang ini. Gunakan potongan kecil karet ban bekas sebagai penahan stik yang berhubungan langsung dengan selang hal ini dimaksudkan agar selang plastik tidak terluka oleh stik kayu yang mungkin dapat menyebabkan selang mengalami kebocoran.  Potong selang plastik dengan ukuran yang kita kehendaki kira-kira 30 cm pada bagain ujung pulpen (pada palang) kita masukkan pada salah satu ujung selang 5 ml, rekatkan dengan lem agar lebih kuat. Selang ini bertindak sebagai input dari dripper. Dripper telah siap kita gunakan.
Gambar 1.6


Gambar 1.7
Gambar 1.8





































Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kita dapat memanfaatkan barang bekas pakai / sampah untuk dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bermanfaat salah satunya adalah Dripper, selain ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi, pembuatan Dripper dari barang bekas ini relatif lebih murah dan menantang kita untuk lebih mengasah kreativitas.

No comments: